"Gubahan malam hati yang merindu"

Di luar terdengar desihan gerimis merambah tanah kerontongan kekeringan
Aku terpaku sendiri melayangkan imajinasi dalam khayal nestapa di sudut ruang berpetak 4×4 kumuh
Bertanya sendiri
Terlelapkah kau malam ini
Indahkah mimpimu
Terbawakah daku dalam desahan manja buah tidurmu
Ah jangan, esok kau bangun bertanya tak pasti kebingungan
Itu menyakitkanku, hadirku ingin membuat warna bukan kalut
Aku di sini, tetap di sini
Ku wakilkan hadirku pada sang rembulan yang menyinarimu lewat setitik celah jendela kamarmu penuh kerinduan pertemuan kita itu..


Makassar, 7 Maret 2018

Komentar